Bercerita. Berteman Hitam dan Jingga. Karena yang Putih itu tidak ada di dunia. Nikmati dan kabarkan jika saya terkadang menggila.
Selasa, 01 Maret 2011
Pria Tercinta
Malam..suara itu terdengar lagi.
Jelas sekali, seperti dulu disaat kita masih berdekatan. Nama ini dipanggil, rasa rindu dan ingin bertemu pun membaur menjadi satu dengan suara itu. Rasanya Papa tidak pernah benar-benar "jauh".
Air mata mulai mengalir seiring dengan doa dan pertanyaan-pertanyaan yang tercipta. Alangkah indahnya jika Papa melihat apa yang disebut anaknya sebagai salah satu episode perjuangan dikehidupannya. Seperti apa senyuman itu ketika Papa tau niat dari ini semua hanya karena ingin membahagiakan wanita yang berarti dikehidupan Papa?
Apa ya yang akan Papa ucapkan?
Bertanya. Bertanya. Bertanya.
Rapuh sekali jika ingat kejujuran hati ini berkata "Say masih butuh sosok seorang Papa"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

nasib kita sama mas..
BalasHapusAq juga sdh ga punya papa..
Sebaiknya di ikhlaskan saja..
Kirimkan doa saja sebagai tanda cinta buat ayah..
Insya Allah, itu lebih bermanfaat..
Terimakasih sodara :)
BalasHapusSaya ikhlas..tapi sosok beliau selalu ada & ada..mungkin di masa remaja saya begitu kurang merasakan saat saat kebersamaan bersama beliau..disaat saya menginginkan itu, ternyata Allah sungguh sayang kepada beliau & memanggilnya..